Pemerintah Thailand Galakkan Tes HIV, Sasar Kaum Gay, Transgender dan PSK

Bangkok, Selama satu dekade lebih penyebaran human immuniodeficiensy virus (HIV) di Thailand merambat cepat di antara kaum gay, transgender maupun pekerja seks laki-laki. Meningkatnya penyebaran HIV ini dipicu maraknya penggunaan obat-obatan terlarang dan menjamurnya pesta seks di Thailand.

Bahkan para ahli mengatakan HIV di Thailand sudah menjadi epidemi, setingkat dengan Afrika. Pemerintah Thailand pun mulai memberlakukan aturan untuk mengampanyekan kesadaran akan bahaya HIV/AIDS dikalangan gay, transgender dan pekerja seks laki-laki dengan mendorong komunitas-komunitas tersebut untuk menjalani tes darah secara gratis.

Frits Van Griensven salah seorang peneliti HIV dan penasehat palang merah Thailand mengatakan ini merupakan sebuah langkah besar pemerintah Thailand untuk melawan epidemi HIV, terutama bagi kelompok minoritas.Pasalnya, Thailand menjadi salah satu negara yang berhasil membendung HIV pada dekade 1990an, namun semakin turun karena tak mampu menjangkau kelompok minoritas.

“Pemerintah telah mengambil sikap dalam melawan epidemi ini dan berdiri bersama hak-hak penduduk minoritas. Saya pikir ini adalah langkah besar.” ujarnya dilansir Reuters dan ditulis Senin (6/10/2014).

Ia juga mengatakan bahwa dalam satu tahun terakhir pemerintah Thailand sudah mulai serius dan fokus menangani penyebaran HIV di kelompok minoritas. Langkah besar pun dilaksanakan Maret tahun lalu dengan dipublikasikannya anjuran-anjuran khusus untuk mencegah penularan HIV di kalangan gay dan trangender.

“Ini sedikit lamban, tapi setidaknya ini lebih baik dari pada tidak sama sekali,” kata Van Griensven lagi.
Mulai bulan ini pemerintah Thailand mulai memantau dan menawarkan obat gratis untuk semua pasien HIV. Berdasarkan data tahun 2013, Thailand memiliki 450.000 orang pengidap HIV-AIDS, namun hanya 353.000 yang memiliki akses untuk mendapatkan obat antiretroviral (ARV). Padahal secara resmi Thailand adalah komunitas Gay terbesar di dunia, dengan total jumlah 560.000 orang atau setara 3 persen populasi penduduk Thailan di usia 15 hingga 49 tahun.

Centers for Disease Control and Prevention’s (CDC) pada tahun 2013 menunjukan 17,3 persen dari 1.121 penduduk Thailand dinyatakan positif terserang HIV akibat pergaulan di bar, sauna dan lokalisasi. Somsak Akksilp, Wakil Direktur Jenderal Departemen Pengendalian Penyakit di Kementerian Kesehatan Thailand, mengatakan penyebaran kampanye melalui media tidak akan efektif.

“Mereka tidak pernah menonton televisi. Mereka tidak pernah membaca koran. Jadi bagaimana mereka bisa mendapatkan pesan dari pemerintah atau pelayanan publik?” kata Somsak.

“Kita harus memiliki lebih banyak klinik atau unit berjalan untuk melayani mereka di tempat yang nyaman bagi mereka,” pungkasnya.

sumber: detik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *